,

TAKEPAN BANASURYA; ALIH AKSARA DAN ALIH BAHASA

Judul: TAKEPAN BANASURYA; ALIH AKSARA DAN ALIH BAHASA
Penulis: Ahmad Nuralam, SH.,MH., Aulia Rahman Adiputra, S.STP.,M.AP., Bunyamin, SS.,M.Hum., H. Lalu Agus Fathurrahman
Editor: Bunyamin, SS.,M.Hum., Itsna Hadi Saptiawan, S.S., M.Pd., Gusti Ayu Sri Astiti, SH., Putradi, Narsi, Fathul Hidayah, Lale Agustia Wahyuni, S.Pd.
Tebal buku: vi + 188 halaman
Ukuran: 16 x 24 cm

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, selanjutnya disebut Museum Negeri NTB, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pelestari warisan budaya dan alam NTB, kegiatannya meliputi perlindungan dan pengembangan, dan pemanfaatan. Kegiatan tersebut yang menjadi objeknya adalah semua jenis koleksi yang dikelola Museum Negeri NTB, salah satunya adalah koleksi filologika atau naskah kuno.
Museum Negeri NTB memiliki koleksi filologika, antara lain berupa manuscript atau naskah kuno yang ditulis menggunakan bahan dari daun lontar, dluwang (kertas kulit kayu), kayu, dan lain sebagainya. Naskah kuno dengan bahan daun lontar sebanyak 1.275 buah. Aksara dan bahasa yang digunakan dalam naskah kuno tersebut, yaitu Aksara Jejawan dengan Bahasa Sasak, Jawa Madya, dan Bali.
Naskah kuno kuno tadi merupakan warisan budaya yang sangat penting karena isinya mengandung berbagai ilmu pengetahuan, seperti ilmu pengobatan, ilmu hukum, dan pemerintahan, ilmu agama, ilmu perbintangan, ilmu sastra, ilmu filsafat, dan lain sebagainya. Oleh karena isinya yang sangat penting, maka informasi dalam naskah tersebut harus diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Museum Negeri Nusa Tenggara Barat dalam melakukan alih aksara dan alih bahasa naskah kuno. Hal ini dilakukan karena naskah kuno yang ditulis menggunakan aksara dan bahasa tradisional, tidak dapat dibaca dan dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Pengalihaksaraan dari aksara tradisional (Jejawan) ke aksara Latin, dan alih bahasa dari bahasa tradisional (Sasak, Jawa, dan Bali) ke bahasa Indonesia, merupakan upaya yang dilakukan kami agar masyarakat dapat membaca dan memahami isi naskah kuno tersebut.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “TAKEPAN BANASURYA; ALIH AKSARA DAN ALIH BAHASA”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *